Pengaruh Pemberian Air Hangat Terhadap Frekuensi Pernapasan Pasien Tb Paru di RSUD Haji Makassar

  • Ross Anna Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
  • Abd. Majid Universitas Hasanuddin
  • Basri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
Keywords: Tuberculosis Paru, Terapi Air Hangat, Frekuensi Pernafasan

Abstract

Tb paru adalah salah satu dari sepuluh penyebab utama kematian di dunia. Pada tahun 2018 jumlah penderita Tb paru di Indonesia mencapai 842 ribu kasus dan di Sulawesi Selatan mencapai 22.793 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian air hangat terhadap frekuensi pernafasan pasien Tb paru di RSUD Haji Makassar.

Jenis penelitian menggunakan quasi experimental dengan rancangan two group pre test and post test design menggunakan metode purposive sampling dimana sampel sebanyak 32 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok  kontrol sebanyak 16 orang dan kelompok intervensi sebanyak 16 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t berpasangan.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui rata-rata frekuensi pernafasan kelompok kontrol sebelum 25 x/menit dan setelah 23,5 x/menit. Sedangkan rata-rata frekuensi pernafasan kelompok intervensi sebelum pemberian air hangat 24,5 x/menit dan setelah pemberian air hangat 20,75 x/menit. Jadi penurunan rata-rata frekuensi pernafasan pada kelompok intervensi lebih besar daripada kelompok kontrol. Sehingga dari hasil uji analisis bivariat menggunakan uji t-test berpasangan maka diperoleh p-value=0,001 yang menunjukkan adanya pengaruh pemberian air hangat terhadap frekuensi pernafasan pasien Tb paru.

Kesimpulan penelitian adalah pemberian air hangat dapat membantu menurunkan keluhan takipnoe pada pasien Tb paru yang mengalami batuk dan sesak karena air hangat mampu mengencerkan sputum sehingga peneliti menyarankan agar air hangat dapat dijadikan sebagai salah satu terapi non farmakologi pada pasien tuberkulosis paru dengan keluhan batuk dan sesak.

Published
2021-07-31