Efektivitas Terapi Slow Deep Breathing Terhadap Kecemasan Anak Leukemia Yang Menjalani Kemoterapi

  • Andi Arniyanti Akademi Keperawatan Makassar
  • Nahwaria Akademi Keperawatan Makassar
Keywords: Slow Deep Breathing, Anxiety, Chemotherapy, Leukemia

Abstract

Efektivitas Terapi Slow Deep Breathing Terhadap Kecemasan Anak Leukemia Yang Menjalani Kemoterapi

 

Andi Arniyanti1. Nahwaria2

1 Dosen Program Studi D-III Keperawatan, Akademi Keperawatan Makassar

2Mahasiswi  Program Studi D-III Keperawatan, Akademi Keperawatan Makassar

 Email: nhwrh.nh01@gmail.com

 

ABSTRAK

Pendahuluan: Pada tahun 2012 terdapat 14.067.894 kasus baru data ini di peroleh dari GLOBOCAN, International Agency For Research on Cancer (IARC), kemudian menurut Riset Kesehatan Dasar (2013) Indonesia, prevalensi kanker pada anak umur 0-14 tahun sebanyak 16.291 kasus. Berdasarkan data prevalensi Leukimia di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2017 meningkat menjadi 67 kasus. Metode: Penelitian ini mengeksplorasi bukti kuantitatif yang diterbitkan dalam database elektronik seperti Pubmed, dan Google Scholar. Dengan menggunakan strategi pencarian menggunakan rentang waktu 2015 sampai 2020 serta mengidentifikasi artikel yang berpotensi dan relevan dengan tujuan penelitian, sehingga didapatkan 1 artikel untuk diriview. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan signifikan antara Pre-test and Post-test reponden yang diberikan terapi Slow Deep Breathing dengan hasil p value 0.001. Kesimpulan: Hasil menunjukkan bahwa bahwa program slow deep breathing terbukti efektif dapat menurunkan kecemasan pada pasien kemoterapi. Saran: Sebagaimana yang telah dibahas pada hasil penelitian, artikel ini masih perlu banyak penyempurnaan. Maka dari itu diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar mampu menyempurnakan kekurangan dari artikel dengan mencantumkan berapa lama durasi terapi Slow Deep Breathing dilakukan dalam sehari, persiapan, dan hal-hal  apa saja yang harus diperhatikan selama pemberian terapi ini sehingga suatu saat dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelitian lain.

 

Kata Kunci: Slow Deep Breathing, Kecemasan, Kemoterapi, Leukimia

 

ABSTRACT

Introduction: In 2012 there were 14,067,894 new cases, this data was obtained from GLOBOCAN, International Agency for Research on Cancer (IARC), then according to Indonesia's Basic Health Research (2013), the prevalence of cancer in children aged 0-14 years was 16,291 cases. . Based on data on the prevalence of Leukemia in South Sulawesi Province in 2017, it increased to 67 cases. Methods: This study explores quantitative evidence published in electronic databases such as Pubmed, and Google Scholar. By using a search strategy using a time span of 2015 to 2020 and identifying articles that are potential and relevant to the research objectives, so that 1 article is obtained for self-review. Results: The study showed that there was a significant change between the Pre-test and Post-test respondents who were given Slow Deep Breathing therapy with a p value of 0.001. Conclusion: The results show that the slow deep breathing program is proven to be effective in reducing anxiety in chemotherapy patients. Suggestion: As discussed in the research results, this article still needs a lot of improvement. Therefore, it is hoped that the next researchers will be able to improve the shortcomings of the article by including how long the duration of Slow Deep Breathing therapy is done in a day, preparation, and what things must be considered during this therapy so that one day it can be used as a reference in research other

 

Keywords:  Slow Deep Breathing, Anxiety, Chemotherapy, Leukemia

Published
2021-01-09