GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PROSEDUR TINDAKAN RESUSITASI JANTUNG PARU PADA PASIEN CARDIAC ARREST DI RS TK.II PELAMONIA MAKASSAR

  • Abdul Hermansyah Thalib Akademi Keperawatan Makassar
  • Nur Aisa Akademi Keperawatan Makassar
Keywords: Pengetahuan, Cardiac Arrest, Resusitasi Jantung Paru (RJP)

Abstract

GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PROSEDUR TINDAKAN RESUSITASI JANTUNG PARU PADA PASIEN

CARDIAC ARREST DI RS TK.II PELAMONIA

MAKASSAR

 

Abdul Herman Syah Thalib 1, Nur Asia 2

1 Dosen Keperawatan Medikal Bedah Akademi Keperawatan Makassar

2 Mahasiswa Akademi Keperawatan Makassar

 

Email: abdulhermansyahthalib@gmail.com

 

ABSTRAK

        Pengetahuan adalah hasil dari tahu yang terjadi melalui proses sensoris khususnya mata dan  telinga terhadap objek tertentu. Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan  tinggi keperawatan, baik di dalam maupun diluar negeri yang diakui pemerintah seseuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Cardiac Arrest adalah hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba yang diakibatkan oleh adanya kerusakan system kelistrikan jantung sehingga jantung tidak dapat memompa darah keseluruh tubuh dan dapat ditangani dengan tindakan resusitasi jantung paru (RJP). Pengetahuan yang kurang dalam melakukan tindakan resusitasi jantung paru dapat berakibat fatal dan menimbulkan cedera dan bahkan berujung kematian. Oleh sebab itu perlu diketahui hal-hal yang dapat menimbulkan kesalahan serta akibatnya agar perawat dalam memberikan pertolongan pertama dapat lebih berhati-hati dalam melakukan hal tersebut.

       Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengetahuan perawat tentang prosedur tindakan resusitasi jantung paru pada pasien cardiact arrest.

        Metode penelitian adalah  Survey deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 2 perawat yang pernah mengikuti BLS, dengan masa kerja > 3 tahun.

Hasil peneltian menunjukkan yaitu Pengetahuan perawat tentang tindakan resusitasi jantung paru pada pasien cardiac arrest berdasarkan standar operational prosedur (SOP) di Rumah Sakit Pelamonia, yaitu = cukup.

        Simpulan dari penalitian ini yaitu Pelaksanaan resusitasi jantung paru sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) di RS. Pelamonia, namun masih terdapat beberapa perbedaan mengenai tindakan resusitasi jantung paru yang tercantum di AHA 2015.

Published
2020-09-28
Section
Articles